GAMBARAN INDEKS KELUARGA SEHAT DI DAERAH TERPENCIL KABUPATEN SIKKA, NUSA TENGGARA TIMUR
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran indeks keluarga sehat di daerah terpencil kabupaten Sikka. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 320 Kepala Keluarga. Sampling yang digunakan adalah proporsi sampling. Uji statistic yang digunakan adalah uji descriptive statistic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (52 %) masyarakat di daerah terpencil Kabupaten Sikka tergolong dalam keluarga pra sehat dan 19 % tergolong dalam keluarga tidak sehat. Oleh karena itu, diharapkan tenaga kesehatan secara teratur melakukan kunjungan rumah pada keluarga-keluarga didaerah tersebut dan pemerintah daerah lebih fokus dalam meningkatkan kesehatan keluarga di tingkat desa dalam rangka pencapaian program Indonesia sehat dengan pendekatan keluarga. Kata Kunci: Indeks keluarga sehat, daerah terpencilDownloads
Download data is not yet available.
Published
2019-09-19
How to Cite
Betan, Y. (2019). GAMBARAN INDEKS KELUARGA SEHAT DI DAERAH TERPENCIL KABUPATEN SIKKA, NUSA TENGGARA TIMUR. CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL, 3(2), 121-125. Retrieved from http://cyber-chmk.net/ojs/index.php/ners/article/view/615
Section
Articles
Informasi Hak Cipta
Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).



