PENGARUH SENAM OTAK TERHADAP FUNGSI KOGNITIF USIA PRALANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PARONGPONG KABUPATEN BANDUNG BARAT

  • Laurensia Raditya Masken Kartolo Universitas Adven Indonesia
  • Jeanny Rantung Universitas Advent Indonesia

Abstract

Lanjut usia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas. Rentang usia lansia adalah Pra lansia (45 – 59 tahun), Lansia (60 – 69 tahun), Lansia risti (>70 tahun/ 60 tahun dengan masalah kesehatan). Pada tahap ini kemunduran beberapa kemampuan terjadi baik itu secara fisik, kognitif, maupun mental. Penurunan fungsi kognitif khususnya daya ingat seringkali dialami oleh para lansia sehingga para lansia kebanyakan tidak dapat melakukan kegiatan sehari-hari dengan mandiri melainkan bergantung pada orang lain. Hal ini dapat dicegah dan diperbaiki salah satunya dengan senam otak . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam otak terhadap fungsi kognitif usia pra lansia di wilayah kerja Puskesmas Parongpong. Desain penelitian ini menggunakan quasy experiment dengan metode one group pre-test post-test design. Populasi penelitian ini berjumlah 11 orang responden. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria inklusi yaitu pra lansia (usia 45-59 tahun), berjenis kelamin wanita, mampu membaca dan menulis, mampu berkomunikasi dengan baik, tidak mengalami gangguan penglihatan dan pendengaran. Instrumen yang digunakan adalah Mini Mental State Examination (MMSE). Analisis statistik menggunakan uji Paired t-test. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 10 Maret 2020. Hasil uji statistik yang diperoleh adalah nilai p 0,001 < 0,05. Dengan tingkatan pengaruh 0,845. Berarti terdapat pengaruh kuat pemberian intervensi senam otak terhadap fungsi kognitif pralansia. Dengan demikian dapat diambil suatu kesimpulan bahwa senam otak dapat membantu meningkatkan tingkat fungsi kognitif pra lansia.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2020-04-20