UJI AKTIVITAS DIURESIS EKSTRAK METANOL KULIT BATANG KELOR (Moringa oleifera Lamk.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR
Abstract
Hipertensi merupakan suatu keadaan aliran darah pada dinding arteri tinggi dan terjadi secara konsisten. Seseorang dikatakan hipertensi apabila tekanan darah sistol mencapai 140 mmHg atau lebih dan tekanan darah diastole mencapai 90 mmHg atau lebih. Diuretik adalah obat yang dapat menambah kecepatan pembentukkan urin. Penggunaan diuretik mampu meningkatkan ekskresi volume urin, ekskresi natrium dan kalium. Tanaman kelor (Moringa oleifera Lamk) merupakan salah satu jenis tanaman tropis yang sudah tumbuh dan berkembang di daerah tropis seperti Indonesia. Tanaman kelor merupakan tanaman perdu dengan ketinggian 7-11 meter dan tumbuh subur mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 200 m di atas permukan laut. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan pendekatan true experimental design pre test-post test with control group. Penelitian ini menggunakan lima kelompok secara acak yang terdiri dari kelompok normal (aquadest), kelompok positif (furosemid) dan tiga kelompok eksperimental yaitu dosis 15mg/g bb, dosis 30mg/g bb, dan 60mg/g bb. Dari masing-masing perlakuan dosis yang diberikan, hasil penelitian ini menujukkan bahwa pemberian ekstrak metanol kulit batang kelor (Moringa oleifera Lamk.) dapat meningkatkan volume urin dan dosis ekstrak metanol kulit batang kelor (Moringa oleifera Lamk.) yang paling optimal memberikan aktivitas diuresis adalah pada dosis 60mg/g bb Indeks Aktivitas Diuretik (IAD) sebesar 7,94.Downloads
Download data is not yet available.
Published
2021-02-26
Section
Articles





