PERBEDAAN TEKANAN DARAH SEBELUM DAN SESUDAH TERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT PADA LANSIA DI UPT PANTI SOSIAL PENYANTUNAN LANJUT USIA BUDI AGUNG KUPANG

  • Yasinta Asan Prodi Ners STIKES CHMK

Abstract

Salah satu gangguan kesehatan yang paling banyak dialami oleh lansia terdapat pada sistem kardiovaskuler, salah satunya yaitu hipertensi. Penderita hipertensi dalam pengobatannya tidak hanya menggunakan obat-obatan, tetapi bisa menggunakan alternatif nonfarmakologis dengan menggunakan metode yang lebih mudah dan murah yaitu dengan menggunakan terapi rendam kaki air hangat yang bisa dilakukan di rumah. Air hangat merangsang saraf yang ada di kaki untuk bekerja, dan berfungsi mendilatasi pembuluh darah serta melancarkan peredaran darah. Tujuan dari  penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tekanan darah sebelum dan sesudah terapi rendam kaki air hangat pada lansia di UPT Panti Sosial Penyantunan Lanjut Usia Budi Agung Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra-eksperimental dengan rancangan One Group Pra-Post test design. Total responden penelitian ini adalah 42 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah tensimeter, stetoskop dan lembar observasi. Hasil uji statistik tekanan darah sistolik dan diastolik diperoleh nilai p value 0,000 maka dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara tekanan darah sebelum dan sesudah terapi rendam kaki air hangat. Hal ini dapat menjadi bahan masukan dan informasi dalam mengembangkan bentuk pelayanan nonfarmakologis sebagai salah satu intervensi keperawatan dalam mengatasi masalah hipertensi pada lansia. Kata kunci : Tekanan darah, Terapi rendam kaki air hangat, Lansia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

1. Maryam, R.S. 2008. Mengenal Usia Lanjut dan Perawatannya. Jakarta: Salemba Medika.
2. Damayanti, D. 2014. Perbedaan Tekanan Darah Sebelum Dan Sesudah Dilakukan Hidroterapi Rendam Hangat Pada Penderita Hipertensi Di Desa Kebondalem Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang. Semarang: Jurnal STIKES Ngudi Waluyo Ungaran. Vol.5 No.10.
3. Ruhyanudin, F. 2007. Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Gangguan Sistem Kardiovaskuler. Malang: UPT. Penerbitan Universitas Muhammadiyah Malang.
4. Departemen Kesehatan RI. 2013. Hipertensi Merupakan Faktor Risiko Utama Terjadinya Kematian Akibat PTM di Dunia, http://pppl.depkes.go.id/ focus?id=965. Diakses April 2016.
5. Balitbang Kemenkes RI. 2013. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS). Jakarta: Balitbang Kemenkes RI.
6. Dinas Kesehatan Kota Kupang. 2013. Profil Kesehatan Kota Kupang 2013. Kupang: Dinas Kesehatan Kota Kupang.
7. Ananta. 2009. Waspadai Gejala Penyakit Mematikan Jantung Koroner dengan 3 Jenis Penyakit Yang Berkaitan: Hipertensi, Diabetes Mellitus, dan Stroke. Yogyakarta: Tugu Publisher.
8. Pudiastuti, R. D. 2011. Penyakit Pemicu Stroke. Yogyakarta: Nuha Medika.
9. Padila. 2013. Buku Ajar Keperawatan Gerontik. Yogyakarta: Nuha Medika.
10. Christina, L. P. 2012. Pengaruh Terapi Rendam Kaki Air Hangat Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi. Gresik: Journals Of Ners Community.Vol. 3. No. 6.
11. Pratika, M.I. 2012. Pengaruh Rendam Kaki Menggunakan Air Hangat Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Desa Bendungan Kecamatan Kraton Pasuruan. Majapahit: Jurnal STIKES Majapahit Mojokerto. Vol. 4. No. 2.
12. Nursalam. (2013). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Ed 3. Jakarta: Salemba Medika.
Published
2016-10-02
Section
Articles